17 Nama Pahlawan Nasional Indonesia yang Perlu Diketahui Siswa

By | 02/11/2021

Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan negara yang mencakup semua jenis gelar yang pernah diberikan, yaitu Pahlawan Perintis Kemerdekaan, Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Pahlawan Proklamator, Pahlawan Kebangkitan Bangsa, Pahlawan Revolusi, dan Pahlawan Ampera.

17-Nama-Pahlawan-Nasional-Indonesia-yang-Perlu-Diketahui-Siswa

Pahlawan nasional tidak mencantumkan gelar kehormatan Veteran Republik Indonesia.

Ketentuan mengenai pahlawan nasional ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Republik Indonesia.

Pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau kepada orang yang berjuang melawan penjajahan, mati atau mati dalam membela bangsa dan negara di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia yang melakukan perbuatan kepahlawanan atau dibawa tentang prestasi dan karya semasa hidupnya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Gelar tersebut berupa pahlawan nasional dan pada saat penganugerahan gelar tersebut

dapat disertai dengan penghargaan atas jasa dan/atau kehormatan, sebagaimana dikutip dalam situs Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Baca juga:
DI Panjaitan: Profil dan Kisah Pertarungan yang Berakhir di Tuck Buaya
pahlawan nasional indonesia

Prof.DR. M. Sardjito

Prof.DR. M. Sardjito lahir pada 13 Agustus 1889 di Magetan, Madiun, Jawa Timur. Sardjito mendirikan rumah sakit sederhana di rumahnya di Desa Sendang Jimbung dan memberikan vaksin dan obat-obatan untuk mendukung kekuatan angkatan bersenjata dan rakyat. Namanya dipakai sebagai nama Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Sardjito terlibat langsung dalam pendirian dan pengembangan beberapa perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Andalas (Unand), Jenderal Soedirman Universitas (Unsoed) dan Universitas Islam Indonesia (UII).

Roehana Koeddoes

Ruhana Kuddus (Roehana Koeddoes) lahir pada tanggal 20 Desember 1884 di Koto Gadang Agam

, Sumatera Barat. Ruhana Kuddus adalah pahlawan nasional yang berjuang untuk meningkatkan kehidupan perempuan. Pada tahun 1911, Ruhana Kuddus mendirikan sekolah kerajinan Amai Setia (KAS). Pada tahun 1912 ia mengepalai surat kabar Ruhana Kuddus, di mana semua karyawannya adalah wanita.

Ruhana Kuddus juga mendirikan sekolah menjahit pada tahun 1916. Pada tahun 1921 ia menjadi editor surat kabar Perempoean Bergerak. Ruhana Kuddus juga mengajar di Sekolah Vereeniging Sudiefonds Minangkabau (VSM) Fort de Kock (Bukittinggi) sambil tetap menjadi koresponden surat kabar Tjahaja Soematra dan Radio Dagblad.

Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi / Oputa Yi Koo

Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi lahir di Buton pada awal abad ke-18 Masehi. Sultan Buton ke-20 dan Sultan Buton ke-23 memimpin perlawanan gerilya melawan Belanda di Gunung Siontapina, di mana ia kemudian meninggal. Ia menentang kebijakan kolonial Belanda yang merugikan orang Buton.

Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo pindah ke belantara Lakasuba untuk merumuskan pola pertahanan baru yang dikenal dengan Perang Rakyat Semesta. Pola pertahanan dibagi menjadi tiga unit pasukan reaksi cepat Sambo-Samboekea, yakni di kawasan Kamaru, Pasar Wajo dan Sampolawa.
Baca juga:
Biografi Pangeran Antasari dan Kisah Perjuangannya Melawan Belanda

(HC) Alexander Andries Maramis (A.A. Maramis)

An A. Maramis lahir pada 20 Juni 1897 di Paniki Bawah, Minahasa. Sekembalinya dari studi, pahlawan nasional kembali ke Indonesia pada tahun 1924 dan membuka firma hukum di Semarang hingga tahun 1926. Dia adalah satu-satunya Minahasa dalam daftar anggota BPUPKI dan Komite Sembilan dan dikenal sebagai pendiri Republik Indonesia.

A. Maramis adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia yang memerintahkan pencetakan kertas kertas Indonesia (ORI) pertama setelah perekonomian Indonesia runtuh pasca Perang Kemerdekaan. Pada tahun 1950 ia menerima gelar doktor kehormatan Honoris Causa (HC) dari University for Easterin, University of Manila di bidang hukum, karena dianggap berperan dalam perkembangan hukum Indonesia.

Baca Juga

nac.co.id
futsalin.id
evitdermaclinic.id
kabarsultengbangkit.id
journal-litbang-rekarta.co.id
jadwalxxi.id
gramatic.id
tementravel.id
cinemags.id
streamingdrama.id
snapcard.id
katakan.id
cpdev.id